Posts

Cinta Dalam Botol (Catatan Perjalanan #1)

Image
(sebuah produk selai kacang yang dipajang di satu toko di Seminyak, Bali, yang ingredients-nya CINTA) Beberapa bulan terakhir ini saya banyak melakukan perjalanan keluar kota. Dalam satu minggu, saya bisa bepergian dua atau tiga kali.  Opss... jangan salah sangka dulu, perjalan saya itu semata-mata karena pekerjaan, bukan untuk liburan.  Di setiap tempat yang saya kunjungi, saya selalu mendapat pengalaman baru, entah itu kulimernya, tempat pelancongannya, atau kearifan masa lalu penduduk setempat. Saya akan menuliskan pengalaman saya bepergian itu secara berseri mulai dari tulisan ini. Kita mulai dari Bali. Sebenarnya nyaris tak ada lagi hal baru yang bisa ditulis tentang Bali. Apa saja tentang pulai ini sudah habis diulas. Karena itu saya tak ingin mengulang ulang semua itu yang bisa membuat saya tampak bodoh.   Saya akan menulis tentang satu toko yang menjual makanan organik di Seminyak. Jangan membayangkan toko ini besar dan mewah. Ini toko yang ke...
Namanya lupa, ya..nggak ingat. Dan kelihatannya ingatan saya ini lebih fana dibandingkan hidup di dunia. Jadi mohon maaf, jika puisi kolega saya ini, Inay Maryam, yang harusnya saya posting tepat pada hari Puisi Indonesia, 26 Juli, baru saya turunkan hari ini. Late post :) Inay Maryam mengirimkan sejumlah puisi, dan ini beberapa diantaranya Dealova Aku terguncang, sayang Waktu ternyata tak mampu mengubahku Rinduku padamu tak mau beringsut Engkau mengendap dalam darahku Seperti candu Bukan setengah, tapi seluruh hatiku teracuni Aku terguncang, sayang Kenangan bersamamu tak pernah benar-benar pergi Dia hanya memudar atau mungkin juga tengah dorman Apa dayaku Engkau bukan lagi yang dulu Tanganmu sudah terikat Bahkan ketika air mataku belum lagi kering Takdirku serupa Sisifus yang malang Jadi biarlah kutahankan semua in Aku tak ingin lagi menangis Bukan karena tak ada air mata Melainkan karena aku sudah lupa bagaimana menagis untukmu Inay Maryam Bogor, Juli 13 ...

Instan

Bulan Juni belum berlalu Engkau sudah berlabuh Tertambat begitu lekas Bahkan air mataku belum lagi kering Engkau sudah berpaling Seinstans itukah? Bogor

Just Give Me a Reason yang Mengganggu Saya

Lama-lama saya terganggu (dalam pengertian yang harafiah dan kiasan) dengan lagu just give me a reason. Sekian minggu terakhir ini lagu ini mengepung hari-hari saya. Dari saya bangun tidur hingga mau tidur lagi, lagu ini terus mengusik telinga. Tidak di radio, pun tidak di Path, juga di mal, lagu ini mengudara terus. Apa yang awalnya saya tak peduli, akhirnya, itu tadi tergangngu, lalu didorong rasa rasa penasaran, saya pun terpaksa menyimak baik-baik setiap lagu ini ada di radio. Hmm..pop-rocknya oke, itu penilain saya sebagai konsumen musik, bukan sebagai ahli. Tidak berhenti di situ. Saya pun bertanya kepada Pak Google siapa gerangan penyanyi yang tipe suaranya tak khas-khas benget  itu dan seberapa dahsyat liriknya serta masuk peringkat berapa dia di tangga-tangga lagu dunia? Oh..ternyata artisnya adalah Alecia Beth Moor yang dikenal dengan nama panggung: Pink. Lagu ini masuk dalam sepuluh teratas tangga lagu di banyak negara dan terus bertahan di sana dalam beberapa...

Ka..Bandung? 'Mbung'

Image
Kok bisa ya..ke Bandung sama dua orang ini Saya tak pernah benar-benar suka Bandung. Terutama karena jalan-jalannya yang ribet dan rumit, serupa liliput. Bikin pendatang seperti saya selalu tersesat . Memaksa kita menggunakan GPS (ganggu penduduk setempat  J ).  Tidak itu saja. Lalu lintasnya macet, nyaris sama dengan Jakarta, kalau tidak lebih parah. Terlebih jika akhir pekan atau tanggal merah. Ampun...Saya tak pernah memasukkan Bandung sebagai tujuan wisata saya jika musiam libur tiba atau cuti bersama. Makanya saya tak habis pikir apa yang membuat kota ini selalu dirindukan?  Meski bersusah-susah, toh...orang -orang dari segala penjuru tetap berbondong-bondong  ke kota yang dulu disebut Paris Van Java (saya kira kota ini sekarang sudah tak layak disebut begitu).  tersesat di PVJ bersama lelaki ini..betapa menyedihkannya :) Seperti Jakarta, kota Bandung ibarat lampu yang menjerat laron, sebagian diantaranya tersengat, sebagian lagi menikmat...

China Yang Makin Mengancam

Pekan pertama Juni 2013, sebuah pertemuan bernuansa informal di gelar di Amerika antara Presiden China Xi Jinpin dengan Presiden Amerika Obama ditengah-tengah kekhawatiran Paman Sam akan pencurian teknologi militer mereka oleh para peretas handal China yang konon berbasis di Shanghai yang didukung penuh oleh tentara China. Berita ini sontak mengingatkan saya pada kunjungan saya ke negara komunis itu lima belas tahun silam. Saat itu, saya adalah satu-satunya wartawan Indonesia yang terpilih oleh Kementerian Luar Negeri bersama jurnalis lainya dari negara-negara Asia, mengikuti perayaan hari ulang tahun Partai Komunis China. Saya berdiri di Lapangan Tiananmen dengan perasaan berdecak menyaksikan teriakan “hidup China” dari jutaan pengunjung yang mengikuti pawai persenjaatan sore menjalang malam di lapangan Tiananmen yang bersejarah itu saat rudal balistik dan persenjataan super canggih melintas di depan mereka. Berada di antara kerumunan warga Cina, di hari yang bersejarah itu...

Lelaki Yang Terluka

Pengantar: Kolega saya, mengirimkan tulisannya, sebagian puisi dan prosa yang dia kumpulkan dalam buku berjudul: Hilangnya Bintang Paling Terang. Saya posting sebagian. Selamat membaca Lelaki itu terbakar amarah Dadanya penuh luka  Perpaduan yang mematikan bagi seorang yang tersakiti Tangannya mengepal Matanya merah Nafasnya satu – satu Sudah sekian purnama ini amarahnya tertahan Seperti gunung api yang siap menyemburkan awan panas Dengan semua angkara yang siap meledak Lelaki terluka itu masuk ke bar di sebuah tempat yang sering disebut PVJ Mengambil kursi persis menghadap pintu masuk Lagu trance membahana Tak mampu mendinginkan hatinya yang mendidih Lagu itu terdengar seperti raungan anjing hutan yang siap menerkam Tekadnya sudah bulat Ia harus membalas dengan setimpal Sikapnya yang mengalah justru membuatnya dihina dina “Orang ini tak pantas dikasihani,” ia berkata pada dirinya Malam makin tua Lampu-lampu dipadamkan Orang –...