Just Give Me a Reason yang Mengganggu Saya
Lama-lama saya terganggu (dalam pengertian yang harafiah
dan kiasan) dengan lagu just give me a reason. Sekian minggu terakhir ini lagu ini mengepung hari-hari saya. Dari saya bangun tidur hingga mau tidur
lagi, lagu ini terus mengusik telinga. Tidak di radio, pun tidak di Path, juga
di mal, lagu ini mengudara terus. Apa yang awalnya saya tak peduli, akhirnya,
itu tadi tergangngu, lalu didorong rasa rasa penasaran, saya pun terpaksa menyimak
baik-baik setiap lagu ini ada di radio. Hmm..pop-rocknya oke, itu penilain saya
sebagai konsumen musik, bukan sebagai ahli.
Tidak berhenti di situ. Saya pun bertanya kepada Pak
Google siapa gerangan penyanyi yang tipe suaranya tak khas-khas benget itu dan seberapa dahsyat liriknya serta masuk
peringkat berapa dia di tangga-tangga lagu dunia? Oh..ternyata artisnya adalah
Alecia Beth Moor yang dikenal dengan nama panggung: Pink.
Lagu ini masuk dalam sepuluh teratas tangga lagu di banyak
negara dan terus bertahan di sana dalam beberapa pekan ini. Bahkan di iTunes,
bergerak naik dengan kencang dari posisi bawah hingga mencapai peringat satu di
top charts.
Pink sebenarnya bukanlah artis penyanyi yang
hebat-hebat amat. Pertama kali muncul di blantika musik dunia tahun 2000 dengan
album: Can’t Take Me Home. Album ini bisa dibilang tidak terlalu berhasil. Pada album keduanya yang dirilis 2001, Pink
baru sukses meraih popularitas. Tapi, album ketiga bernasib sama dengan album pertama.
Tak laku.
Oke..kita kembali ke just give me a reason. Kerena bagi
saya, dan saya kira semua orang pasti begitu, menikmati lagu hanya lewat dua cara:
nada-nadanya dan liriknya, maka mari kita lihat seberapa dahyat syair lagu ini.
Secara umum, lagu ini bercerita soal sepasang kekasih yang lagi bermasalah. Sang
wanita merasa, lakinya sudah muak, sebaliknya si lelaki merasa hubungannya
baik-baik saja. Harus saya akui, liriknya luar biasa (dan karena itu saya pun
membeli lagu ini di iTunes.) Banyak metafora tak lazim yang jarang saya jumpai
pada lagu-lagu yang lain.
Inilah lima lirik terbaik just give me a reason yang “menggangu”
saya:
5.
You used to lie so close to me, there’s
nothing more than empty sheets, between our love
(dulu kamu berbaring dekat sekali dengan ku, tapi kini
tak ada lagi, tinggal selimut kosong yang berada diantara cinta kita)
4.
Oh..tear ducts and rust, i’’ll fix it for us, we’re collecting dust, but our
love’s enough
(Air mata jatuh dan berkarat, saya akan memperbaikinya
demi kita, kita mengumpulkan debu tapi cinta kita sudah cukup) Metaforanya luar
biasa
3.
I let you see the partof me, that weren’t all that pretty, and with every touch
you fixed them
(Saya biarkan kamu melihat sebagian dari diri saya, tak
semuanya indah bukan, tapi dengan sentuhanmu engkau membuatnya indah)
2.Its
in the stars, its been written in the scars on our hearts, that we’re not
broken, just bent
(Di bintang-bintang, tertulis luka-luka hati kita, kita
tak patah, hanya bengkok)
1.Right
from the start, you were a thief, you stole my heart, and i your willing victim
(Sejak awal, kamu pencuri, mencuri hatiku, dan saya
dengan sukarela menjadi korban) ***
Comments
Post a Comment