Di sini, pada ruang dan waktu, gambar wajahmu memenuhi pikiranku. Bau harum rambutmu menggantung di udara tak mau pergi. Maka biarkan aku kangen pada gelak tawamu atau biarkan aku untuk sekadar mengenang perjalanan ini. Sebab hanya karena kau telah menepis tanganku dan menutup mata pada isyarat yang kukirimkan, bukan berarti aku tidak terbakar rindu. Takdir memang terkadang kita temukan pada jalan yang tak ingin kita lewati. Jadi, apa lagi yang harus ku lakukan? Coba katakan padaku. Jkt 7 Feb 14
(mural di salah satu sudut kota ini adalah kutipan dari puisi patah hati Chairil Anwar. Saya minta maaf kepada fotografernya karena tidak bisa minja ijin) Saya bukan pengikut “idiologi” hari valentine. Pun tidak mengakuinya sebab bagi saya, setiap hari adalah hari kasih sayang. Kita bisa mengungkapkan perasaan sayang dan cinta kita kapan saja. Meski begitu, tak berarti saya tidak menghormati mereka yang berseberangan dengan saya, bahkan pada bulan Februari ini, saya secara khusus ingin memberi “kado” tulisan tentang cinta. Maksud saya, saya memilihkan puisi cinta yang ditulis oleh penyair tenar yang selama ini mungkin dikenal hanya menulis puisi-puisi serius. Puisi-puisi mereka ditulis dengan diksi yang mengharu biru yang, meminjam istilah anak jaman sekarang, galau habis. Membaca tulisan mereka, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa urusan cinta, kasih sayang, patah hati, bukan monopoli anak muda atau penulis teenlit. Cinta adalah urusan universal. Bahka...
Gallup, satu organisasi jajak pendapat yang membangun kredibilitasnya lewat pengalaman ratusan tahun, baru-baru ini terpaksa mengakui adanya kesalahan dalam metodologi jajak pendapat yang mereka lakukan pada saat pemilihaan presiden Amerika yang baru lewat. Bukan hanya itu. Mereka juga akan melakukan perbaikan tata cara pengambilan data. Sebulan sebelum hari pencoblosan pemilu Amerika, November 2012, jajak pendapat (tracking) Gallup menemukan calon presiden dari Republik, Mitt Romney, unggul 1 hingga 7 poin di atas rivalnya dari Demokrat; Obama. Sepuluh hari menjelang pemilu, Gallup masih menempatkan Romney empat poindi atas Obama. Kita semua tahu bahwa Obama menang yang dengan sendirinya meruntuhkan prediksi Gallup. Kesalahan dan pengakuan Gallup ini, meski tak mengagetkan, jelas merupakan sinyal bagi organisasi jajak pendapat bahwa mereka harus berhati-hati dalam membuat polling. Namun, di atas segalanya, kesalahan prediksi ini sekaligus memunculkan kembal...
Comments
Post a Comment