Cinta Dalam Botol (Catatan Perjalanan #1)




(sebuah produk selai kacang yang dipajang di satu toko di Seminyak, Bali, yang ingredients-nya CINTA)

Beberapa bulan terakhir ini saya banyak melakukan perjalanan keluar kota. Dalam satu minggu, saya bisa bepergian dua atau tiga kali.  Opss... jangan salah sangka dulu, perjalan saya itu semata-mata karena pekerjaan, bukan untuk liburan.  Di setiap tempat yang saya kunjungi, saya selalu mendapat pengalaman baru, entah itu kulimernya, tempat pelancongannya, atau kearifan masa lalu penduduk setempat.

Saya akan menuliskan pengalaman saya bepergian itu secara berseri mulai dari tulisan ini. Kita mulai dari Bali. Sebenarnya nyaris tak ada lagi hal baru yang bisa ditulis tentang Bali. Apa saja tentang pulai ini sudah habis diulas. Karena itu saya tak ingin mengulang ulang semua itu yang bisa membuat saya tampak bodoh.   Saya akan menulis tentang satu toko yang menjual makanan organik di Seminyak. Jangan membayangkan toko ini besar dan mewah. Ini toko yang kecil dan untuk menemukannya saya harus menghabiskan waktu beberapa jam, menembus kemacetan Seminyak pada malam minggu di penghujung bulan Agustus yang gerah.

Sama dengan toko yang menjual bahan organik di manapun, etalase toko ini dipenuh ajakan untuk menggunakan produk yang tak mengandung bahan kimia. Tapi saya sontak tersentak ketika mata saya tertumbuk pada satu produk  yang dalam label keterangannya (ingredients) tertulis ini: peanut, sea salt, and LOVE.  Mengandung cinta.

Ha? Cinta? Apakah ada tanaman baru ditemukan yang diberi nama cinta? Dengan penasaran yang tak tertahankan, saya menemui kasir toko untuk memuaskan rasa ingin tahu saya.

Saya: apakah yang dimaksud mengandung cinta dalam keterangan produk ini?

Kasir: ya berisi cinta... cinta yang kita kenal selama ini.

Saya: kok bisa anda memasukkan cinta di dalamnya?

Kasir: ya..kami memasukkan cinta saat kami meramunya. Kami membuat produk ini dengan penuh perasan cinta.

Saya: oh ok..lalu apa khasiatnya?

Kasir: hanya cintalah yang bisa mengobati semua penyakit. Baik penyakit fisik dan terutama penyakit hati.

Setelah mengatakan itu, sang kasir lalu menunjukkan tulisan diatas mejanya, semacama tagline toko ini, yang kuranglebih bermakna hanya cinta yang memberi segalanya.

Saya tersentak.  Nyaris tak percaya bahwa ada produk yang salah satu ingredientsnya adalah cinta dan hebatnya lagi, cinta itulah yang dianggap justru paling berkhasiat. 

Ya...Cinta.  Kata ini mungkin yg paling banyak ditulis dan diucapkan dalam sejarah manusia.  Cinta menjadi sumber inspirasi penulis sejak dulu dan melahirkan banyak karya-karya sastra.  Meski begitu, apa sebenarnya perasaan cinta itu, bagaimana cinta bekerja dan mempengaruhi seseorang tak banyak yang tahu. Cinta  adalah misteri.

Tak terhingga banyaknya definisi tentang cinta tapi tak satupun yang bisa menggambarkan  dengan paripurna bagaimana perasaan yang rumit ini bekerja dalam hati dan pikiran manusia.  Bagaimana cinta bisa mengubah hidup seseorang, membuat mereka tertawa, bahagia. Tapi, sebaliknya cinta bisa membuat seseorang menderita, luka, hancur dan bahkan ada yang dendam.

Cinta tak dapat didefinisikan, ia hanya bisa dirasakan.  Benar belaka joke ini:

Anak kecil: bagaimana mengeja kata cinta?
Orang dewasa: jangan dieja, dirasakan

Cinta hidup dan menetap di hati. Cintalah yang mengubah sesuatu yang buruk menjadi indah.  Di masyarakat barat ada kalimat bijak yan mengatakan begini:  jika engkau memerah anggur tanpa cinta, maka anggurmu akan asam. 

Cinta yang manakah yang Anda rasakan kini? Yang menghidupkanmu atau yang membunuhmu?

Seminyak, 24 Agustus 13

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Ini (1)

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Berdusta Dengan Statistik