Lelaki Yang Terluka

Pengantar: Kolega saya, mengirimkan tulisannya, sebagian puisi dan prosa yang dia kumpulkan dalam buku berjudul: Hilangnya Bintang Paling Terang. Saya posting sebagian. Selamat membaca




Lelaki itu terbakar amarah
Dadanya penuh luka 
Perpaduan yang mematikan bagi seorang yang tersakiti
Tangannya mengepal
Matanya merah
Nafasnya satu – satu
Sudah sekian purnama ini amarahnya tertahan
Seperti gunung api yang siap menyemburkan awan panas
Dengan semua angkara yang siap meledak
Lelaki terluka itu masuk ke bar
di sebuah tempat yang sering disebut PVJ
Mengambil kursi persis menghadap pintu masuk

Lagu trance membahana
Tak mampu mendinginkan hatinya yang mendidih
Lagu itu terdengar seperti raungan anjing hutan yang siap menerkam
Tekadnya sudah bulat
Ia harus membalas dengan setimpal
Sikapnya yang mengalah justru membuatnya dihina dina
“Orang ini tak pantas dikasihani,” ia berkata pada dirinya

Malam makin tua
Lampu-lampu dipadamkan
Orang – orang seperti kesurupan
Dia berdiri ketika seorang gadis menghampirinya
Rambutnya lurus
Panjangnya sebahu lebih sedikit
Tingginya kurang
Badannya berisi
Tapi tetap serasi
Belum sempat dia beringsut
Bibir tebal gadis itu sudah menempel di telinganya
“Yang datang sendirian dan hatinya panas tak dapat paket buy one get one free,” bisik sang gadis
Iya tersadar
Bukan karena tak dapat diskon
Lebih karena aroma udara yang keluar dari mulut sang gadis sontak
mengingatkannya pada kenangan yang selama ini menggangu tidurnya
 “Mudah saja bagiku untuk balas dendam, semua rahasiamu ada padaku, tapi kuputuskan untuk tidak. Jauh di dalam hatiku masih tersimpan sayang yang tak mau hilang,” guman lelaki itu sambil pergi


By:Inay Maryam, Bandung, Mei 13

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Ini (1)

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Berdusta Dengan Statistik