Elegi Nomer 18A

Pengantar: Kolega saya, mengirimkan tulisan-tulisannya, sebagian besar mengenai puisi dan prosa, yang dia kumpulkan dalam satu buku berjudul: Hilangnya Bintang Paling Terang. Akan saya posting sebagian mulai hari ini. Selamat membaca.

 Elegi Nomer 18A

Di kamar ini dulu aku menjagamu dengan setia
Saat kamu terbaring tak berdaya
Memelukmu dengan cinta agar lelahmu hilang
Membiarkan bahumu menyandar agar kamu terlindungi
Membagi penat agar kamu kembali pulih
Mencium keningmu agar semangatmu bangkit lagi
Mendengar keluh kesahmu agar bebanmu meringan

Kini, engkau menghilang
Tanpa perpisahan
Tapi ijinkan aku menulis puisi ini
Bacalah saat kamu lelah menjalani hidup
Saat kamu merasakan sepinya sepi
Mungkin tak banyak menolong
Tapi ingatlah masih ada aku yang berdoa untukmu


By:Inay Maryam, Jakarta, Feb 13

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Ini (1)

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Berdusta Dengan Statistik