Rindu dan Luka



ijinkan aku mengenang saat pertama aku memandang matamu.
Aku ingin merasakan kembali perasaan tak menentu itu.
Biarkan aku hanyut dan melayang dalam fragmen indah saat memelukmu pertama kali,
pada suatu malam yang terus menggangu tidurku hingga aku  lupa pada fakta bahwa kita tidak saja telah berjarak tapi juga saling menikam.


Kenapa harus ada cinta bila ahirnya kita terluka?
Hebatnya, kita membiarkan luka terus memerah, bernanah dan jadi borok,
Kita seolah bersepakat untuk membiarkannya tak sembuh lalu menikmatinya setiap saat, seperti seorang masokis.

Medan, Sept 2013





Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Ini (1)

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Berdusta Dengan Statistik