Persinggahan (Catatan Perjalanan #6)



Akhir-akhir ini, karena frekuensi keluar kota yang begitu tinggi, tiba-tiba saya menemukan diri saya sangat akrab dengan bandar udara. Nyaris setiap sudut di terminal Garuda di Bandara Soekarno Hatta lekat di memori saya, bahkan mungkin bau ruang tunggu yg tak terlalu harum di terminal 2F itu terus menempel di indra penciuman saya. 

Dulu, saya tidak mengembangkan kebiasaan memperhatikan mereka yg lalu lalang di terminal penumpang, sebagian karena saya merasa tak ada hal istimewa, separuh lagi karena saya sibuk dengan pikiran sendiri. Kenapa pula saya harus tengak - tengok untuk sesuatu yg tak  menarik, sementara otak saya juga lagi malas memberin perintah untuk menyisihkan waktu memperhatikan sekeliling.  Ternyata, saya salah, sepenuhnya. Ada banyak hal menarik, bahkan lucu, yang terjadi di airport. 

Perhatikanlah dengan seksama tingkah pola penumpang pesawat di ruang tunggu. Sebagian asyik dengan perangkat mobilenya, tak sedikit yang bengong, termenung, juga sedih. Semua asyik dengan kegiatan masing-masing tanpa perduli dengan orang lain di sampingnya. Di tempat ini, komunikasi dilakukan seperlunya. Semua orang sadar bahwa tempat ini tak lebih dari persinggahan sesaat. Tak ada yang peduli satu sama lain. Sama dengan cara mereka datang, cara orang-orang ini pergi juga tak ada yang tahu satu sama lain. Tepatnya, orang datang dan pergi tanpa ada yang peduli. 

Setiap orang di sini seperti musafir dan mereka sadar betul itu. Dan seperti layaknya musafir, mereka hanya mampir untuk mengasoh sebelum menuju ke tempat tujuan. Sebagai persinggahan, bandara hanya dibutuhkan sesaat saja. 

Bandara adalah tempat yang hingar bingar tapi pada saat yang sama juga sepi. Bagi yang terluka, bandara sangat menyiksa. Dengan waktu menunggu yang begitu banyak, tanpa ada kegiatan yang berarti, bandara dan semacamnya adalah neraka yang kejam bagi mereka yang tengah sepi. Anda dipaksa untuk memikirkan sesuatu yang seharus dilupakan. Cara terbaik untuk menginghindari hal itu adalah bepergian berdua, tapi masalahnya itu tidak selalu terjadi.








Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Ini (1)

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Berdusta Dengan Statistik