Posts

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Image
(mural di salah satu sudut kota ini adalah kutipan dari puisi  patah hati Chairil Anwar. Saya minta maaf kepada fotografernya karena tidak bisa minja ijin)  Saya bukan pengikut “idiologi” hari valentine. Pun tidak mengakuinya sebab bagi saya, setiap hari adalah hari kasih sayang. Kita bisa mengungkapkan perasaan sayang dan cinta kita kapan saja. Meski begitu, tak berarti saya tidak menghormati mereka yang berseberangan dengan saya, bahkan pada bulan Februari ini, saya secara khusus ingin memberi “kado” tulisan tentang cinta. Maksud saya, saya memilihkan puisi cinta yang ditulis oleh penyair tenar yang selama ini mungkin dikenal hanya menulis puisi-puisi serius. Puisi-puisi mereka ditulis dengan diksi yang mengharu biru yang, meminjam istilah anak jaman sekarang, galau habis. Membaca tulisan mereka, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa urusan cinta, kasih sayang, patah hati, bukan monopoli anak muda atau penulis teenlit. Cinta adalah urusan universal. Bahka...

Perjalanan Ini (1)

Di sini, pada ruang dan waktu, gambar wajahmu memenuhi pikiranku. Bau harum rambutmu menggantung di udara tak mau pergi. Maka biarkan aku kangen pada gelak tawamu atau  biarkan aku untuk sekadar mengenang perjalanan ini.  Sebab hanya karena kau telah menepis tanganku dan menutup mata pada isyarat yang kukirimkan, bukan berarti aku tidak terbakar rindu.  Takdir memang terkadang kita temukan pada jalan yang tak ingin kita lewati.   Jadi, apa lagi yang harus ku lakukan? Coba katakan padaku. Jkt 7 Feb 14

Awan Bulan Februari

Awan hitam dan tebal menggantung di langit pada suatu malam di bulan Februari yang dingin dan basah. Aku sudah melalui banyak malam, namun belum pernah melihat malam segulita ini sehingga sekonyong konyong membuatku sadar bahwa badai yang nenjelang bukanlah badai biasa. Bintang paling terang pun ditelan mega yang sontak dan tak terduga menghadirkan kenangan yang kini baru kusadari mengandung isyarat tentang mimpi yang kandas. Oh....tak ada bulan yang lebih mengancam dibanding Februari yang penuh hujan dan badai. Sebagai bulan kasih sayang, Februari menyimpan paradoks dalam dirinya. Jkt, Awal Februari 14

Jurnalisme Lalu Lintas

Image
Jakarta adalah kota yang cocok untuk latihan kesabaran. Lalu lintasnya yang, nauzdubillah, kacau balau bisa menjadi ajang untuk latihan mengendalikan emosi.  Jika Anda bisa menghadapi kekacauan di jalan raya tanpa meningkatkan tekanan darah, Anda bisa disebut sebagai orang sabar. Sebaliknya jika Anda menghadapinya dengan hati yang panas, maka hampir bisa dipastikan, penyakit tekanan darah tinggi mengancam Anda. Puluhan tahun tinggal di Jakarta, latihan kesabaran ini tak pernah saya praktikan, hingga saya menghadapi situasi jalan yang membuat saya nyaris  putus asa, pada suatu pagi di akhir Januari.  Saat itu, Rabu 29 Januari 2014, seluruh penjuru Jakarta di kepung banjir yang membuat jalanan benar-benar menjadi tempat parkir raksasa. Terjebak di kemacetan luar biasa seperti itu, saya tak memiliki pilihan kecuali menghadapinya dengan kepala dingin dan hati yang ikhlas.    (Ini adalah situasi lalu lintas di tengah kota Tokyo pada pagi hari. Sementara ...

Kopi, Seni Menyeduh dan Cita Rasa

Image
Benar belaka kata orang;  seperti halnya cinta, kopi (hanya) enak dinikmati dalam keadaan HOT.Siapa saja yang memproklamirkan diri sebagai pecinta kopi tahu betul  bahwa kopi memang hanya nikmat dalam keadaan panas. Secangkir kopi panas bisa membuat Anda seperti melayang. Sebaliknya, kopi dingin tak lebih dari minuman basi. Sudah puluhan tahun saya tidak pernah menyeruput kopi, hingga suatu hari beberapa bulan lewat, saya lupa kapan persisnya, saya didera sakit kepala yang hebat pada sebuah workshop di luar kota. Tanpa obat, sakit yang tak tertahankan itu membuat kepala saya seperti dipukul puluhan godam. Setengah putus asa, saya iseng-iseng menyeduh secangkir kopi hitam tanpa gula yang tersedia di dalam ruangan workshop sambil berharap kopi ini bisa menyelamatkan saya dari saki kepala yang menyiksa. Tiga puluh menit kemudian, sakit kepala saya berangsur berkurang. Ajaib, begitu pikir saya. Dalam keadaan terheran-heran, saya bertanya kepada google, apakah kafein memang bi...

Membeku

Siapa bilang waktu cepat berlalu, Di sini,di tempatku berdiri, waktu membeku, dan mematikan.  Ia menawanku hingga tak mampu beranjak, Sekeras aku berontak, sekuat itu pula ia membelenggu tubuh dan jiwaku. Serupa tahanan, aku terpenjara, dalam ruang dan waktu yang tak berpihak padaku, Aku tak bisa pergi, padahal ingin rasanya aku terbang ke kuil Dante, Bertanya padanya bagaimana ia bertahan dari rasa sakit Bagaimana ia menyembunyikan rasa yang tak kunjung padam Di sini aku terpendam, adakah yang bisa menolongku keluar dari belenggu ini?  Mungkin pada Beatrice Portinari, aku bisa berkeluh  kesah tentang harapan yg palsu, Tentang janji yg tak digenapkan Atau setidaknya memberikan kekuatan untuk lepas dari cengkraman masa silam, Bukankah dia telah ditasbihkan sebagai pelindung bagi mereka yang terluka Bandung, November 13

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Sumpah, Cinta Mati dan Karma (Ketulusan Cinta Seorang Pria)

Image
Saya kelas satu SMP ketika roman percintaan yang mengharu biru ini saya baca. Saya, awalnya, nyaris tak mau menyentuh buku ini, pertama-tama dan terutama karena tebalnya minta ampun dan kedua karena saya sudah menduga duluan tidak ada yang istimewa dengannya. Tapi, saya salah sepenuh-penuhnya. Saya telah melanggar petuah lama: jangan menilai buku dari sampulnya. Saya menilai buku, dalam pengertian sesungguhnya, benar-benar dari tampak luarnya.  Nyatanya novel ini luar biasa dibandingkan prosa lain pada masa kejayaan Pujangga Baru. Begitu berkesannya, sampai-sampai bukan saja judulnya lengket luar biasa di kepala hingga sekarang, tapi juga nama-nama tokohnya terus melekat dalam ingatan. Harus ku akui, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah satu dari sedikit roman jaman dulu yang terus membekas dalam memoriku. Ini mirip lagu-lagu lama yang tak lekang oleh waktu ditengah serbuan lagu “instan” yang mudah dihafal tapi semudah itu pula hilang dalam kenangan kita, hilang tak berbekas. ...