Posts

Showing posts from 2014

Nyeruput Kopi di Milan (Euro Trip #2)

Image
Bagi orang Italia, kopi adalah idiologi, bahkan mungkin juga agama. Begitu merasuknya budaya minum kopi di negara ini, sampai-sampai masyarakatnya tidak akan pernah minum kopi sembarangan. Maksud saya, mereka hanya minum kopi pilihan dan diseduh dengan baik oleh barista yang berpengalaman.   Mungkin itulah penjelasan utama kenapa perusahaan kopi terbesar dunia asal Seattle, Amerika, tak mampu membuka satupun cabang di Italia (dan juga di Australia yang belakangan menyusul Italia sebagai negara pecinta kopi). “Perusahaan asal Paman Sam itu hanya untuk pemula,” ujar teman saya. Salah satu sudut kota Milan yang masih mempertahankan bangun tua dantrem tua. Photo ini saya ambil ketika mengunjungi Milan di awal September 2014 Ketika singgah di Roma dan Milan pada musim panas yang dingin (suhunya selalu di bawah 20 derad celcius) di awal September 2014 dalam perjalan ke sejumlah negara Eropa, saya menyaksikan sepanjang hari orang Italia menyeruput kopi dan umumnya minum kopi tanp...

"Sex, Drugs and For Sure Rock n' Roll" (Euro Trip #1)

Image
Tagline Satu Hotel di Frankfurt Yang Tak Perlu Dipikirkan Maknanya  Siang menjelang sore pada suatu hari di musim panas yang dingin, saya tiba di Frankfrut   International Airport, setelah penerbangan yang melelahkan dari Jakarta, yang didahului dengan transit tengah malam di Doha.   Frankfrut   adalah pintu masuk saya ke German dalam perjalanan keliling beberapa negara Eropa.   Suhu udara 17 derajat Celcius. Mendung menggantung di udara.   Ini jelas anomali cuaca (perubahan iklim ini sungguh menyebalkan), sebab di bulan Agustus yang seharusnya summer, udara di sini tetap sejuk. Tapi udara dingin itu tak mampu menenangkan perasaan tegang saya menghadapi pemeriksaan imigrasi.   Kok? Ini ceritanya: setiap kali saya keluar negeri, saya selalu bermasalah dengan imigrasi. Nama saya yang terdengar Arab atau Timur Tengah plus berasal dari Indonesia membuat alarm di computer imigrasi berbunyi kencang. Biasanya, saya tertahan lebih dari 10 menit menunggu...

Nama dan Kesuksesan (Bagian Terakhir dari Dua Tulisan)

Image
(sumber:diambil dari google)  Pertama-tama dan terutama saya harus minta maaf telah dengan sengaja tidak segera menulis bagian kedua dari tulisan bersambung mengenai Nama-nama Khas Indonesia.   Sejujurnya bukan karena tidak punya waktu,   melainkan sebaliknya.   Waktu yang tersedia begitu berlimpah, tapi otak saya tak mau dipaksa berpikir yang agak serius.   Entah kenapa, tapi memang ada saat dalam kehidupan kita, kita hanya mau leyeh-leyeh saja sepanjang hari. Baiklah kita sambung diskusi kita mengenai nama.   Tahukah Anda bahwa saat ini penamaan bayi telah berubah menjadi industri. Coba perhatikan begitu banyak buku ditulis, begitu banyak portal dibuat, dan begitu banyak konsultan tentang nama bayi muncul. Semua itu memanfaatkan satu hal: otoritas tanpa tandingan orangtua memberi nama kepada bayinya yang terkadang aneh-aneh.   Banyak contoh orangtua memberikan nama kepada anaknya secara serampangan. Dan karena sang bayi tak memiliki kemampu...

Apa Arti Sebuah Nama: Hilangnya Nama Khas Indonesia (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Image
Suatu pagi di awal tahun ajaran baru saya mengantar anak saya ke satu sekolah dasar untuk melihat penempatan kelasnya yang baru. Iseng-iseng,  saya memperhatikan nama-nama anak yang baru diterima di kelas satu.  Anda tahu apa yang saya temukan dari daftar 125 murid baru itu?  Sebagian besar nama murid kelas satu itu tidak memakai nama khas Indonesia.  Angkanya: dari 125 orang murid, hanya 21 (16,8%) yang memiliki naman khas Indonesia. Meski sebenarnya saya sudah lama mengetahui gejala ini, tapi apa yang saya lihat di papan pengumuman di sekolah dasar pada pagi itu tetap saja mengejutkan. Bukan betul karena prosentasi nama non-Indonesia yang amat besar, melainkan lebih karena nama-nama itu sendiri sungguh luar biasa asing di telinga dan lidah saya (atau mungkin saya yang sudah terlalu old fashion). Sebelum Anda mendebat saya, baiklah saya memperjelas apa yang saya maksud dengan nama-nama khas Indonesia.  Kira-kira definisinya ini:  nama-nama k...

Pemilu dan Suara Tuhan

Image
Apakah Anda sudah punya pilihan pada Pemilu nanti? Bila belum, jangan khawatir, ada banyak orang seperti Anda, tidak terkecuali saya. Sangat manusiawi jika kita sulit menentukan pilihan disaat alternatif yang tersedia begitu berlimpah.   Terlebih jika pilihan yang ada nyaris sama dan sebangun. Itulah yang kita hadapi pada Pemilu legislatif pada 9 April ini. Lalu bagaimana cara menentukan pilihan? Sebelum berbicara tentang cara menentukan pilihan, baiklah kita dudukan dulu perkara memilih ini pada kursinya. Pertama-tama dan terutama, harus dipahami bahwa memilih adalah hak Anda. Dan, karena hak maka tersedia dua pilihan: memakai atau tidak memakaianya.   Tidak ada hukum yang Anda langgar jika tidak memakai hak memilih Anda tadi.   Tetapi Anda harus tahu konsekuensinya jika tidak memakai hak memilih Anda yakni: Anda tidak ikut menentukan siapa yang akan memimpin negara ini lima tahun ke depan. Nah, sekarang kita mulai bicara pilihan.   Jumlah parpol pe...

Cinta Yang Salah

Cinta macam apakah yang kau berikan? Kenapa begitu memabukan Membuatku terbang Melayang untuk kemudian terhempas Aku remuk bersama ampas Meski payah, aku menolak untuk tunduk Sebab malam sebentar lagi takluk Pada matahari yang panasnya akan memanggang jejakmu Dan, sebelum engkau menguap aku titipkan semua cinta yang compang camping di ujung gang menuju rumahmu Siapa tahu kelak engkau akan menengoknya Untuk kamu berikan makna baru tentang xoxo Sambil membayangkan karma yang paling perih Dago, Maret 2014

Perjalanan Ini (2)

Di ujung barat kota ini Setahun lewat Rasanya masih seperti kemarin Malam ketika bahumu menyandar terasa seperti mimpi yang aneh Angin dingin yg menusuk hingga ke tulang tak kau hiraukan Gulita yang membutakan tak sanggup menahan hasrat mu Bising yang memekakkan telinga membuatmu bergairah Matamu yang berbinar binar seolah olah menampung semua misteri yang sesaat setelah malam itu baru ku tahu maknanya  Astaga, betapa aku merindukan malam ajaib itu dengan hasrat yang terlalu rumit untuk kujelaskan (masa lalu memang terkadang sulit untuk diterangkan) Jkt 17 Feb 14

The Wolf Of Wall Street dan Cerita Tentang Uang

Image
Jordan Belfort dan Wall Street adalah adalah kombinasi yang serasi. Keduanya mampu bersenyawa dengan baik.  Belfort yang muda, bersemangat, cerdas, dan terutama, rakus bertemu dengan Wall Street yang menyediakan semua kemungkinan untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi  duniawi dengan cara legal maupun curang.Klop bukan? Mereka seperti botol menemukan tutupnya.  Itulah tema yang diangkat dalam film The Wolf of Wall Street yang merupakan adaptasi dari buku biographi Belfort. Belfort yang pada tahun 90-an akhir menggemparkan  pasar modal dunia, wabil khusus Wall Street, setelah ia melakukan perdagangan saham secara curang dan mencuci uang hasil jarahannya di Swiss. Kala itu umurnya masih 26 tahun dan berhasil secara meyakinkan selama 22 bulan mengelabui otoritas  pasar modal AS. Dia berhasil meraup uang 150 juta Dolar Amerika dan mencuci sebagian diantaranya dengancara menyelundupkan secara fisik uangnya ke Swis. Caranya adalah melilitkan dolar pecahan seratu...