Posts

Kopi, Gowes, dan Si Teteh

Image
Hari masih diselimuti halimun Di sini, di ketinggian 1.800 meter dari permukaan laut Hanya kopi yang bisa menghangatkan tubuh Kopi Malabar dari Pangalengan yang kesohor itu Dipetik langsung dari pohonnya Diseduh dengan air gunung yang suci Hm...harumnya terus menggantung di udara tak mau pergi Benar belaka kata orang, secangkir kopi sudah cukup membuat dunia berputar Ini kopiku Mana kopimu? Ngopi sama siapa? Dimana? Baiklah, sepedaku sudah menunggu Siap digenjot Menuju kemana? Mungkin ke rumah si teteh di Bandung Selatan Tapi jalan menunju rumahnya terjal benar Dan warung penjual bandrek di pengkolan dekat poskamling yang dulu suka saya singgahi sudah bangkrut katanya gara-gara kurs rupiah yang nggak ketulungan anjloknya Pangalengan, 26 September 2015

I Want To Ride My Bike (Saya dan Sepeda)

Image
Ini kisah tentang saya dan sepeda (ku). Tak ada yang lebih saya tunggu di ujung pekan selain mengayuh sepeda. Di atas sadel, saya merasakan, setidak-tidaknya dua hal: adrenalin mengalir kencang sehingga saya merasa berumur 17 tahun. Kedua, seluruh masalah yang membebani pikiran selama lima hari sebelumnya sontak hilang. Ini juga cara katarsis yang paling ampuh. Jangan lihat sepedanya, lihat sudah berapa kilometer dan tanjakan yang dia lewati Di sekitar Ciwedey, Bandung, setelah menempuh perjalan yang melelahkan karena hujan besar Hari kedua Jambore Sepeda, setelah sehari sebelumnya dihajar hujan deras dan tanjakan "asu" menuju 1700 meter di atas permukaan laut..bayangin deh tuh elevasi tanjakannya, "ngehe" bukan :) Bersama peserat Jambore Sepeda di kompleks Kopasus, Batujajar Bergaya di tengah sawah dengan pemandangan latar belakang Kopasus latihan terjun Menyeberangi danau saguling dengan perahu Bersiap berangk...

Tentang Kenangan dan lain-lain

Waktu berlalu Orang berubah Perasaan memudar Kenangan, tentang sesuatu atau seseorang, kadang masih terlintas Tapi Hidup mesti terus berjalan iNay Maryam 25 Februari 15

Puisi Cinta Perpisahan

Ada masa dimana kita harus merelakan seseorang pergi Bukan karena tak mencintainya Bukan. Bukan karena itu. Bahkan kita mencintainya dengan keras kepala Kita melepaskannya lebih karena cerita bersamanya telah tamat. iNay Maryam 25 Januari 2015

Januari: Bulan Cinta atau Patah Hati?

Apa yang istimewa dengan bulan ini, hingga begitu banyak lagu yang diciptakan dengan judul Januari. Seluruhnya bercerita tentang cinta, sebagian diantaranya adalah lagu patah hati.  Mudah untuk menebak bahwa lagu-lagu itu dibuat berdasarkan pengalaman penciptanya. Sebab, saya sulit untuk menemukan alasan logis kenapa mereka mengambil Januari untuk membicarakan cinta, dan bukan bulan Februari yang justru diidentikan dengan kasih sayang. Februari justru sedikit dijadikan judul. Tapi kenapa moment2 jatuh cinta atau patah hati banyak terjadi di awal tahun? Apakah karena selama 12 bulan sebelumnya kita mencari belahan jiwa dan baru menemukannya setahun kemudian atau dalam kasus patah hati, karena bulan bulan sebelumnya kita sibuk bertengkar hingga kita memutuskan berpisah pada awal tahun sebagai salah satu resolusi tahun baru. Entahlah...hidup ini terlalu rumit untuk diungkap misterinya, tapi percalah tak ada yang kebetulan.  Lalu kenapa saya menulis khusus tentang lagu ya...

Nyeruput Kopi di Milan (Euro Trip #2)

Image
Bagi orang Italia, kopi adalah idiologi, bahkan mungkin juga agama. Begitu merasuknya budaya minum kopi di negara ini, sampai-sampai masyarakatnya tidak akan pernah minum kopi sembarangan. Maksud saya, mereka hanya minum kopi pilihan dan diseduh dengan baik oleh barista yang berpengalaman.   Mungkin itulah penjelasan utama kenapa perusahaan kopi terbesar dunia asal Seattle, Amerika, tak mampu membuka satupun cabang di Italia (dan juga di Australia yang belakangan menyusul Italia sebagai negara pecinta kopi). “Perusahaan asal Paman Sam itu hanya untuk pemula,” ujar teman saya. Salah satu sudut kota Milan yang masih mempertahankan bangun tua dantrem tua. Photo ini saya ambil ketika mengunjungi Milan di awal September 2014 Ketika singgah di Roma dan Milan pada musim panas yang dingin (suhunya selalu di bawah 20 derad celcius) di awal September 2014 dalam perjalan ke sejumlah negara Eropa, saya menyaksikan sepanjang hari orang Italia menyeruput kopi dan umumnya minum kopi tanp...

"Sex, Drugs and For Sure Rock n' Roll" (Euro Trip #1)

Image
Tagline Satu Hotel di Frankfurt Yang Tak Perlu Dipikirkan Maknanya  Siang menjelang sore pada suatu hari di musim panas yang dingin, saya tiba di Frankfrut   International Airport, setelah penerbangan yang melelahkan dari Jakarta, yang didahului dengan transit tengah malam di Doha.   Frankfrut   adalah pintu masuk saya ke German dalam perjalanan keliling beberapa negara Eropa.   Suhu udara 17 derajat Celcius. Mendung menggantung di udara.   Ini jelas anomali cuaca (perubahan iklim ini sungguh menyebalkan), sebab di bulan Agustus yang seharusnya summer, udara di sini tetap sejuk. Tapi udara dingin itu tak mampu menenangkan perasaan tegang saya menghadapi pemeriksaan imigrasi.   Kok? Ini ceritanya: setiap kali saya keluar negeri, saya selalu bermasalah dengan imigrasi. Nama saya yang terdengar Arab atau Timur Tengah plus berasal dari Indonesia membuat alarm di computer imigrasi berbunyi kencang. Biasanya, saya tertahan lebih dari 10 menit menunggu...