Posts

Showing posts from February, 2014

Perjalanan Ini (2)

Di ujung barat kota ini Setahun lewat Rasanya masih seperti kemarin Malam ketika bahumu menyandar terasa seperti mimpi yang aneh Angin dingin yg menusuk hingga ke tulang tak kau hiraukan Gulita yang membutakan tak sanggup menahan hasrat mu Bising yang memekakkan telinga membuatmu bergairah Matamu yang berbinar binar seolah olah menampung semua misteri yang sesaat setelah malam itu baru ku tahu maknanya  Astaga, betapa aku merindukan malam ajaib itu dengan hasrat yang terlalu rumit untuk kujelaskan (masa lalu memang terkadang sulit untuk diterangkan) Jkt 17 Feb 14

The Wolf Of Wall Street dan Cerita Tentang Uang

Image
Jordan Belfort dan Wall Street adalah adalah kombinasi yang serasi. Keduanya mampu bersenyawa dengan baik.  Belfort yang muda, bersemangat, cerdas, dan terutama, rakus bertemu dengan Wall Street yang menyediakan semua kemungkinan untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi  duniawi dengan cara legal maupun curang.Klop bukan? Mereka seperti botol menemukan tutupnya.  Itulah tema yang diangkat dalam film The Wolf of Wall Street yang merupakan adaptasi dari buku biographi Belfort. Belfort yang pada tahun 90-an akhir menggemparkan  pasar modal dunia, wabil khusus Wall Street, setelah ia melakukan perdagangan saham secara curang dan mencuci uang hasil jarahannya di Swiss. Kala itu umurnya masih 26 tahun dan berhasil secara meyakinkan selama 22 bulan mengelabui otoritas  pasar modal AS. Dia berhasil meraup uang 150 juta Dolar Amerika dan mencuci sebagian diantaranya dengancara menyelundupkan secara fisik uangnya ke Swis. Caranya adalah melilitkan dolar pecahan seratu...

Puisi Cinta Sastrawan Besar

Image
(mural di salah satu sudut kota ini adalah kutipan dari puisi  patah hati Chairil Anwar. Saya minta maaf kepada fotografernya karena tidak bisa minja ijin)  Saya bukan pengikut “idiologi” hari valentine. Pun tidak mengakuinya sebab bagi saya, setiap hari adalah hari kasih sayang. Kita bisa mengungkapkan perasaan sayang dan cinta kita kapan saja. Meski begitu, tak berarti saya tidak menghormati mereka yang berseberangan dengan saya, bahkan pada bulan Februari ini, saya secara khusus ingin memberi “kado” tulisan tentang cinta. Maksud saya, saya memilihkan puisi cinta yang ditulis oleh penyair tenar yang selama ini mungkin dikenal hanya menulis puisi-puisi serius. Puisi-puisi mereka ditulis dengan diksi yang mengharu biru yang, meminjam istilah anak jaman sekarang, galau habis. Membaca tulisan mereka, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa urusan cinta, kasih sayang, patah hati, bukan monopoli anak muda atau penulis teenlit. Cinta adalah urusan universal. Bahka...

Perjalanan Ini (1)

Di sini, pada ruang dan waktu, gambar wajahmu memenuhi pikiranku. Bau harum rambutmu menggantung di udara tak mau pergi. Maka biarkan aku kangen pada gelak tawamu atau  biarkan aku untuk sekadar mengenang perjalanan ini.  Sebab hanya karena kau telah menepis tanganku dan menutup mata pada isyarat yang kukirimkan, bukan berarti aku tidak terbakar rindu.  Takdir memang terkadang kita temukan pada jalan yang tak ingin kita lewati.   Jadi, apa lagi yang harus ku lakukan? Coba katakan padaku. Jkt 7 Feb 14

Awan Bulan Februari

Awan hitam dan tebal menggantung di langit pada suatu malam di bulan Februari yang dingin dan basah. Aku sudah melalui banyak malam, namun belum pernah melihat malam segulita ini sehingga sekonyong konyong membuatku sadar bahwa badai yang nenjelang bukanlah badai biasa. Bintang paling terang pun ditelan mega yang sontak dan tak terduga menghadirkan kenangan yang kini baru kusadari mengandung isyarat tentang mimpi yang kandas. Oh....tak ada bulan yang lebih mengancam dibanding Februari yang penuh hujan dan badai. Sebagai bulan kasih sayang, Februari menyimpan paradoks dalam dirinya. Jkt, Awal Februari 14