Posts

Showing posts from 2015

Totto-chan dan Kerinduan pada Masa Kanak-kanak

Image
“Jangan mati dulu sebelum membaca novel ini,” ujar Helvy Tiana Rosa pada acara pelatihan menulis kreatif yang diadakan kantor saya belum lama ini. Helvy merujuk novel Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela Saya nyaris tertawa, jika saja tidak mengingat bahwa itu di dalam kelas, mendengar ucapan Helvy itu. Apa yang hebat dari novel ini, sampai-sampai seorang penulis sekaliber Helvy merekomendasikannya. Saya sudah melihatnya dipajang di toko buku ketika pertama kali diterjemahkan dua tahun silam. Boro-boro membacanya, melirik pun tak. Sampulnya saja tidak menarik minatku, gambar grafis anak-anak, apalagi membelinya. Tapi karena Helvy mengatakan itu sedemikian rupa menyakinkannya, saya pun ke toko buku membelinya. Astaga, saya salah sesalah-salahnya. Melanggar petuah lama: jangan menilai buku dari sampulnya. Saya benar-benar, secara harfiah, menilai buku dari sampulnya. Buku ini, harus kuakui, keren. Helvy benar belaka. Saya bukan pecinta novel anak-anak atau tentang m...

Kopi, Gowes, dan Si Teteh

Image
Hari masih diselimuti halimun Di sini, di ketinggian 1.800 meter dari permukaan laut Hanya kopi yang bisa menghangatkan tubuh Kopi Malabar dari Pangalengan yang kesohor itu Dipetik langsung dari pohonnya Diseduh dengan air gunung yang suci Hm...harumnya terus menggantung di udara tak mau pergi Benar belaka kata orang, secangkir kopi sudah cukup membuat dunia berputar Ini kopiku Mana kopimu? Ngopi sama siapa? Dimana? Baiklah, sepedaku sudah menunggu Siap digenjot Menuju kemana? Mungkin ke rumah si teteh di Bandung Selatan Tapi jalan menunju rumahnya terjal benar Dan warung penjual bandrek di pengkolan dekat poskamling yang dulu suka saya singgahi sudah bangkrut katanya gara-gara kurs rupiah yang nggak ketulungan anjloknya Pangalengan, 26 September 2015

I Want To Ride My Bike (Saya dan Sepeda)

Image
Ini kisah tentang saya dan sepeda (ku). Tak ada yang lebih saya tunggu di ujung pekan selain mengayuh sepeda. Di atas sadel, saya merasakan, setidak-tidaknya dua hal: adrenalin mengalir kencang sehingga saya merasa berumur 17 tahun. Kedua, seluruh masalah yang membebani pikiran selama lima hari sebelumnya sontak hilang. Ini juga cara katarsis yang paling ampuh. Jangan lihat sepedanya, lihat sudah berapa kilometer dan tanjakan yang dia lewati Di sekitar Ciwedey, Bandung, setelah menempuh perjalan yang melelahkan karena hujan besar Hari kedua Jambore Sepeda, setelah sehari sebelumnya dihajar hujan deras dan tanjakan "asu" menuju 1700 meter di atas permukaan laut..bayangin deh tuh elevasi tanjakannya, "ngehe" bukan :) Bersama peserat Jambore Sepeda di kompleks Kopasus, Batujajar Bergaya di tengah sawah dengan pemandangan latar belakang Kopasus latihan terjun Menyeberangi danau saguling dengan perahu Bersiap berangk...

Tentang Kenangan dan lain-lain

Waktu berlalu Orang berubah Perasaan memudar Kenangan, tentang sesuatu atau seseorang, kadang masih terlintas Tapi Hidup mesti terus berjalan iNay Maryam 25 Februari 15

Puisi Cinta Perpisahan

Ada masa dimana kita harus merelakan seseorang pergi Bukan karena tak mencintainya Bukan. Bukan karena itu. Bahkan kita mencintainya dengan keras kepala Kita melepaskannya lebih karena cerita bersamanya telah tamat. iNay Maryam 25 Januari 2015

Januari: Bulan Cinta atau Patah Hati?

Apa yang istimewa dengan bulan ini, hingga begitu banyak lagu yang diciptakan dengan judul Januari. Seluruhnya bercerita tentang cinta, sebagian diantaranya adalah lagu patah hati.  Mudah untuk menebak bahwa lagu-lagu itu dibuat berdasarkan pengalaman penciptanya. Sebab, saya sulit untuk menemukan alasan logis kenapa mereka mengambil Januari untuk membicarakan cinta, dan bukan bulan Februari yang justru diidentikan dengan kasih sayang. Februari justru sedikit dijadikan judul. Tapi kenapa moment2 jatuh cinta atau patah hati banyak terjadi di awal tahun? Apakah karena selama 12 bulan sebelumnya kita mencari belahan jiwa dan baru menemukannya setahun kemudian atau dalam kasus patah hati, karena bulan bulan sebelumnya kita sibuk bertengkar hingga kita memutuskan berpisah pada awal tahun sebagai salah satu resolusi tahun baru. Entahlah...hidup ini terlalu rumit untuk diungkap misterinya, tapi percalah tak ada yang kebetulan.  Lalu kenapa saya menulis khusus tentang lagu ya...