Namanya lupa, ya..nggak ingat. Dan kelihatannya ingatan saya ini lebih fana dibandingkan hidup di dunia. Jadi mohon maaf, jika puisi kolega saya ini, Inay Maryam, yang harusnya saya posting tepat pada hari Puisi Indonesia, 26 Juli, baru saya turunkan hari ini. Late post :) Inay Maryam mengirimkan sejumlah puisi, dan ini beberapa diantaranya Dealova Aku terguncang, sayang Waktu ternyata tak mampu mengubahku Rinduku padamu tak mau beringsut Engkau mengendap dalam darahku Seperti candu Bukan setengah, tapi seluruh hatiku teracuni Aku terguncang, sayang Kenangan bersamamu tak pernah benar-benar pergi Dia hanya memudar atau mungkin juga tengah dorman Apa dayaku Engkau bukan lagi yang dulu Tanganmu sudah terikat Bahkan ketika air mataku belum lagi kering Takdirku serupa Sisifus yang malang Jadi biarlah kutahankan semua in Aku tak ingin lagi menangis Bukan karena tak ada air mata Melainkan karena aku sudah lupa bagaimana menagis untukmu Inay Maryam Bogor, Juli 13 ...
Posts
Showing posts from July, 2013