Berjalan Di Atas Air, Sebuah Movel
Pengantar Cerita dalam tulisan yang saya publikasi mulai hari mungkin lebih tepat disebut sebagai memoar novel yang kemudian saya sebut MOVEL. Karena sifatnya itulah, maka sebagian dari cerita ini benar belaka, setidak-tidaknya empat tokohnya benar-benar nyata, dan sebagian lagi rekaan. Tulisannya diupload bersambung. Selamat menikmati. Tabik Rahman Prolog Bogor, pertengahan tahun yang basah. Hujan semalam masih meninggalkan jejaknya di jalanan kota ini pada awal pagi yang dinginnya menusuk nusuk kulit. Kabut tipis bercampur debu Gunung Galunggung di Tasikmalaya yang meletus beberapa waktu sebelumnya masih menggantung di atas Kebun Raya yang kesohor itu karena koleksi tanamannya puluhan ribu terpelihara baik meski usianya sudah ratusan tahun sejak dibuat Belanda dulu. Letaknya yang berada di jantung kota Bogor tidak saja menjadikan Kebun Raya sebagai hiasan indah, melainkan juga menjadi peneduh bagi siapa saja yang lelah berjalan dan ingin merebahk...