Kopi, Gowes, dan Si Teteh
Hari masih diselimuti halimun Di sini, di ketinggian 1.800 meter dari permukaan laut Hanya kopi yang bisa menghangatkan tubuh Kopi Malabar dari Pangalengan yang kesohor itu Dipetik langsung dari pohonnya Diseduh dengan air gunung yang suci Hm...harumnya terus menggantung di udara tak mau pergi Benar belaka kata orang, secangkir kopi sudah cukup membuat dunia berputar Ini kopiku Mana kopimu? Ngopi sama siapa? Dimana? Baiklah, sepedaku sudah menunggu Siap digenjot Menuju kemana? Mungkin ke rumah si teteh di Bandung Selatan Tapi jalan menunju rumahnya terjal benar Dan warung penjual bandrek di pengkolan dekat poskamling yang dulu suka saya singgahi sudah bangkrut katanya gara-gara kurs rupiah yang nggak ketulungan anjloknya Pangalengan, 26 September 2015